Rabu, 30 Oktober 2013

Main Air itu Asik Lho

Azka zahra (5y6m) seperti anak kecil lainnya suka sekali main air apalagi hujan-hujanan. Azka kerap merengek-rengek minta hujan-hujanan kecuali hujannya besar dan disertai geluduk, Azka memilih meringkuk di kamar, karena Azka takut petir J

Tiga tahun lalu, untuk pertama kalinya kami menginjinkan Azka main hujan. Alasannya selain karena Azka merengek ingin main hujan juga karena saya ingin Azka  menikmati hujan. Waktu kecil saya ingin sekali hujan-hujanan tapi tidak pernah dikabulkan Ibu kecuali tak sengaja, pulang sekolah kehujanan. Alasannya khawatir sakit.

main hujan

Jumat, 18 Oktober 2013

Stimulasi untuk si Pemimpin Kecil

Peran Ibu

Ibu memiliki peran lebih besar dalam tumbuh kembang anak walaupun ia berperan juga sebagai Ibu bekerja. Itu saya rasakan saat masih bekerja. Saya yang membuat aturan detail untuk pengasuh putri kami  Azka Zahra (5y 7m) dan Khalifah Ahsan (2y)mengenai lamanya menonton, harus main di luar rumah setiap pagi atau sore hari jadi bisa berinteraksi dengan teman sebaya atau mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, tidak boleh banyak melarang jika ana-anak ingin mencoba hal baru selama tidak berbahaya dan bisa dijaga. Saya pun akan menanyakan bagaimana makannya hari ini? Lahap? Makanan apa yang paling disukainya di menu hari ini? Tahu dan telur orek? Sup? Filet ikan goreng?

Itu saja belum cukup, saya suka mencocokkan perkembangan  anak-anak dengan pengetahuan yang saya dapat di buku atau majalah bertema Parenting.

Bukan berarti Ayah tidak berperan hanya porsinya tidak sebesar Ibu. Alhamdulillah Papanya tidak lepas tangan, dia suka mengoreksi dan mengevaluasi perkembangan anak-anak. Namun jangan membayangkan Papa mencatat dengan detail perkembangan anak-anak dan mencocokkannya  dengan  Denver Chart ya hehehe . Yang dilakukan Papanya lebih pada  evaluasi saat melihat/mendengar  hal negatif dari anak-anak. Misalnya ketika Azka bilang gak bisa padahal belum mencoba, takut hantu (siapa yang nakut-nakutin Azka sama hantu, teman atau mungkin mamanya yang nakut-nakutin J) dst.

Alarm jadi Ibu yang Baik 

Senin, 14 Oktober 2013

Matching

Kata-kata matching kerap saya ucapkan jika tengah pilih memilih baju yang akan dikenakan ketika hendak pergi. Biar keliatan dan pengen modis (aslinya gak modis) biasanya saya nanya suami,”Matching gak, Bi, kerudung sama bajunya?”

Ehm, ternyata diam-diam kata matching ini di dengar dan di pahami Azka Zahra (5y6m).

Senin, 07 Oktober 2013

Panduan membaca dengan suara lantang di nukil dari The Read Aloud Handbook – by Jim Trelease

Halo mom, nukilan dari The Read Aloud Handbook – by Jim Trelease http://www.trelease-on-reading.com/ yang saya dapat dari web readingbugs, pengetahuan pentingnya membacakan cerita untuk si kecil




Chapter 1: Why Read Aloud?
1. Research di Amerika menunjukkan bahwa kebiasaan membaca akan mengalami penurunan yang sangat drastis seiring dengan bertambahnya usia si anak

2. Sekolah tidak menciptakan apa yang dinamakan ‘lifetime readers’– melainkan menciptakan ’schooltime readers’, yaitu mereka yang membaca hanya agar dapat lulus di sekolah.

Senin, 09 September 2013

Baking with Love

catatan april 2013

Walaupun tidak suka berlama-lama berkutat di dapur tapi saya gampang tergoda untuk membeli beragam peralatan  dan buku resep kue, terlebih jika sedang diskon, bisa kalap. Tak heran jika peralatan kue saya cukup lengkap, loyang beragam ukuran,  cetakan biskuit, muffin, kue lumpur, kue pukis, bahkan loyang martabak manis berukuran mini  yang terbuat besi cor  seperti loyang milik pedagang martabak sungguhan.
Soal mempraktikannya sebulan sekalipun tidak.  Kue jagoan saya hanya dua brownies kukus dan bolu tape. Karena gampang dan praktis membuatnya. Untuk segala kesempatan saya mempraktikan kue ini. Acara arisan ibu-ibu rt, menyambut orangtua, mertua, saudara yang berkunjung  atau  teman yang berkunjung ke rumah.

Suatu hari Azka merengek untuk dibuatkan Rainbow Cake.

Minggu, 16 Juni 2013

Ritual Pagi

Jam bangun pagi kedua anak saya, Azka Zahra (5 thn 2 bulan) dan Khalif (1.5 thn) hampir selalu bersamaan dengan saya,  kadang malah mereka yang lebih dulu bangun. Bukan karena saya bangun siang lho tapi mereka yang bangun lebih pagi dari kebanyakan anak seusianya. Seperti beberapa hari lalu, saya terbangun karena Khalif memanggil-manggil. “Ma! Mama!” Dengan mata setengah terpejam saya menjawab ya. Tak lama terdengar teriakan Azka,”Mama, bangun nanti dedenya jatuh,” seketika saya bangun dan  menangkap Khalif yang tengah berdiri di  tempat tidur dan melempar  senyum sambil berkata,”Mama!”
Khalif merengek saat dilepaskan dari gendongan untuk mandi. Karena rengekannya  suasana pagi yang sebetulnya biasa menjadi luar biasa karena saya menjadi panik dan merasa riweuh. Ya, menginjak usia 10 bulan Khalif mulai mengerti mamanya  akan  pergi bekerja dan dia menangis ketika saya pergi bekerja.

Minggu, 05 Mei 2013

Bermain di Luar Rumah


(Pemenang lomba BABY & MOM'S DIARY BLOG CONTEST Sevenseas periode 16)

Sebagai mama bekerja waktu saya dan anak untuk bercengkrama, bermain atau melakukan aktivitas lain terbatas. Tapi saya berkomitmen untuk memaksimalkan waktu yang terbatas itu agar berkualitas dalam arti turut serta membimbing dan mengarahkan tumbuh kembang mereka serta memperat bonding diantara kami.

Weekend, pagi hari sebelum berangkat kerja dan sepulang bekerja adalah waktu – waktu yang saya usahakan untuk menghabiskannya secara maksimal dengan kedua buah hati saya Azka Azzahra esaputra (5 thn) dan Khalifah Ahsan Esaputra (1.5 thn) walaupun saya kerap di buat kewalahan dengan energi mereka yang seolah tidak pernah habis.  Jika weekend keduanya sukar sekali untuk tidur siang, kalaupun dipaksa dengan cara menkondisikannya dengan cara membawa mereka ke dalam kamar, menutup gorden, mematikan lampu, memberi mereka susu dan saya tidur di samping mereka malah saya yang ketiduran.

Saya tidak membatasi waktu bermain, bagi saya selama mereka melek adalah waktunya bermain karena saya setuju dengan ungkapan, playing is the beginning knowledge. Bermain adalah cara anak-anak melampiaskan keingintahuan dan mencoba hal baru.

Azka suka sekali bermain masak-masakan dan pura-pura menjadi tuan rumah, uniknya Azka biasa melakukan permainan itu seorang diri. Azka berkhayal bonekanya adalah teman-temannya yang bisa diajak bicara jadi Azka bisa melakukan permainan ini seorang diri dengan waktu cukup lama.
Permainan ini melatih  kecerdasan visual spacial atau kecerdasan imajinasi.



Selain itu kedua si kecil saya suka sekali bermain di luar rumah.  Layang-layang, kalau sore cerah bersama Papanya. Berburu jamur jika musim hujan bukan kebetulan di cluster perumahan kami ada beberapa taman yang dibuat develover saat kami membeli rumah di sini. Hujan-hujanan dengan syarat hujannya kecil, tanpa petir dan memakai jas hujan :)



Karena sering main di luar rumah  Azka jadi tahu, mendung dan  petir adalah petanda hujan. Jadi jika terdengar petir tapi langit tidak mendung pasti Azka berkomentar,”kok aneh sich, Ma ada petir tapi gak hujan.”






“Hujannya mungkin turun jauh di sana dan suara petirnya keras jadi terdengar sampai sini.”
Atau komentar;
“Ma, krannya ditutup dulu kalau gak dipake kalau airnya habis gimana?” kata Azka saat saya menyalakan kran lalu menggulung celana untuk berwudhu.
“Oh iya. Terima kasih Azka.”

Beberapa waktu lalu saya dan suami mendapat surprise dari Azka yaitu Azka juara satu lomba menyanyi di sekolahnya. Lomba yang diadakan secara spontan untuk mengevaluasi kemampuan para siswanya. Bukan karena suara Azka merdu lho tapi karena Azka cukup percaya diri tampil di depan, begitu alasan para guru memilih Azka sebagai juara. Azka menyanyi dengan lantang (tanpa canda atau cengengesan seperti teman-temannya) dengan lagu yang dinyanyikan  lagu twikle-twikle little star.
Saya benar-benar tidak pernah  melatih Azka bernyanyi secara khusus apalagi dipersiapkan untuk lomba atau meminta Azka menghapalkan lirik lagu.  



Ehm, ternyata benar ya, bermain diluar rumah berinteraksi dengan alam, teman sebaya dan bertemu orang baru membuat anak mudah menangkap sebuah fenomena alam (kecerdasan naturalis), mandiri dan percaya diri (kecerdasan interpersonal dan intrapersonal).

Namun kecerdasan itu tidak akan maksimal jika tidak didukung dengan pemberian makanan bergizi sebagai nutrisi otak dan daya tahan tubuh anak. Terlebih Azka yang selalu ingin menjelajah lingkungan di luar rumah. Untuk itu  saya melengkapinya dengan  vitamin yang mengandung DHA asama lemak omega 3 yang membantu   pertumbuhan otak, melindungi sel –sel otak serta memastikan otak dan retina mata bekerja dengan optimal. Juga vitamin A selain menjaga kesehatan mata juga menjaga sistem kekebalan tubuh.  DHA nya berasal  dari Minyak Hati Ikan Cod di perairan atlantik sehingga bebas dari pencemaran. 


Stimulasi pun harus dibangun  dalam suasana hangat, penuh cinta dan kasih sayang. Atau penerapan  pola asah, asih dan asuh.  Karena merawat dan mengasuh anak dengan melibatkan perasaan cinta dan kasih sayang membantu tumbuh kembang dan kecerdasan anak lebih optimal.

tulisan in disertakan dalam kontes blog