Senin, 14 Oktober 2013

Matching

Kata-kata matching kerap saya ucapkan jika tengah pilih memilih baju yang akan dikenakan ketika hendak pergi. Biar keliatan dan pengen modis (aslinya gak modis) biasanya saya nanya suami,”Matching gak, Bi, kerudung sama bajunya?”

Ehm, ternyata diam-diam kata matching ini di dengar dan di pahami Azka Zahra (5y6m).

Senin, 07 Oktober 2013

Panduan membaca dengan suara lantang di nukil dari The Read Aloud Handbook – by Jim Trelease

Halo mom, nukilan dari The Read Aloud Handbook – by Jim Trelease http://www.trelease-on-reading.com/ yang saya dapat dari web readingbugs, pengetahuan pentingnya membacakan cerita untuk si kecil




Chapter 1: Why Read Aloud?
1. Research di Amerika menunjukkan bahwa kebiasaan membaca akan mengalami penurunan yang sangat drastis seiring dengan bertambahnya usia si anak

2. Sekolah tidak menciptakan apa yang dinamakan ‘lifetime readers’– melainkan menciptakan ’schooltime readers’, yaitu mereka yang membaca hanya agar dapat lulus di sekolah.

Senin, 09 September 2013

Baking with Love

catatan april 2013

Walaupun tidak suka berlama-lama berkutat di dapur tapi saya gampang tergoda untuk membeli beragam peralatan  dan buku resep kue, terlebih jika sedang diskon, bisa kalap. Tak heran jika peralatan kue saya cukup lengkap, loyang beragam ukuran,  cetakan biskuit, muffin, kue lumpur, kue pukis, bahkan loyang martabak manis berukuran mini  yang terbuat besi cor  seperti loyang milik pedagang martabak sungguhan.
Soal mempraktikannya sebulan sekalipun tidak.  Kue jagoan saya hanya dua brownies kukus dan bolu tape. Karena gampang dan praktis membuatnya. Untuk segala kesempatan saya mempraktikan kue ini. Acara arisan ibu-ibu rt, menyambut orangtua, mertua, saudara yang berkunjung  atau  teman yang berkunjung ke rumah.

Suatu hari Azka merengek untuk dibuatkan Rainbow Cake.

Minggu, 16 Juni 2013

Ritual Pagi

Jam bangun pagi kedua anak saya, Azka Zahra (5 thn 2 bulan) dan Khalif (1.5 thn) hampir selalu bersamaan dengan saya,  kadang malah mereka yang lebih dulu bangun. Bukan karena saya bangun siang lho tapi mereka yang bangun lebih pagi dari kebanyakan anak seusianya. Seperti beberapa hari lalu, saya terbangun karena Khalif memanggil-manggil. “Ma! Mama!” Dengan mata setengah terpejam saya menjawab ya. Tak lama terdengar teriakan Azka,”Mama, bangun nanti dedenya jatuh,” seketika saya bangun dan  menangkap Khalif yang tengah berdiri di  tempat tidur dan melempar  senyum sambil berkata,”Mama!”
Khalif merengek saat dilepaskan dari gendongan untuk mandi. Karena rengekannya  suasana pagi yang sebetulnya biasa menjadi luar biasa karena saya menjadi panik dan merasa riweuh. Ya, menginjak usia 10 bulan Khalif mulai mengerti mamanya  akan  pergi bekerja dan dia menangis ketika saya pergi bekerja.

Minggu, 05 Mei 2013

Bermain di Luar Rumah


(Pemenang lomba BABY & MOM'S DIARY BLOG CONTEST Sevenseas periode 16)

Sebagai mama bekerja waktu saya dan anak untuk bercengkrama, bermain atau melakukan aktivitas lain terbatas. Tapi saya berkomitmen untuk memaksimalkan waktu yang terbatas itu agar berkualitas dalam arti turut serta membimbing dan mengarahkan tumbuh kembang mereka serta memperat bonding diantara kami.

Weekend, pagi hari sebelum berangkat kerja dan sepulang bekerja adalah waktu – waktu yang saya usahakan untuk menghabiskannya secara maksimal dengan kedua buah hati saya Azka Azzahra esaputra (5 thn) dan Khalifah Ahsan Esaputra (1.5 thn) walaupun saya kerap di buat kewalahan dengan energi mereka yang seolah tidak pernah habis.  Jika weekend keduanya sukar sekali untuk tidur siang, kalaupun dipaksa dengan cara menkondisikannya dengan cara membawa mereka ke dalam kamar, menutup gorden, mematikan lampu, memberi mereka susu dan saya tidur di samping mereka malah saya yang ketiduran.

Saya tidak membatasi waktu bermain, bagi saya selama mereka melek adalah waktunya bermain karena saya setuju dengan ungkapan, playing is the beginning knowledge. Bermain adalah cara anak-anak melampiaskan keingintahuan dan mencoba hal baru.

Azka suka sekali bermain masak-masakan dan pura-pura menjadi tuan rumah, uniknya Azka biasa melakukan permainan itu seorang diri. Azka berkhayal bonekanya adalah teman-temannya yang bisa diajak bicara jadi Azka bisa melakukan permainan ini seorang diri dengan waktu cukup lama.
Permainan ini melatih  kecerdasan visual spacial atau kecerdasan imajinasi.



Selain itu kedua si kecil saya suka sekali bermain di luar rumah.  Layang-layang, kalau sore cerah bersama Papanya. Berburu jamur jika musim hujan bukan kebetulan di cluster perumahan kami ada beberapa taman yang dibuat develover saat kami membeli rumah di sini. Hujan-hujanan dengan syarat hujannya kecil, tanpa petir dan memakai jas hujan :)



Karena sering main di luar rumah  Azka jadi tahu, mendung dan  petir adalah petanda hujan. Jadi jika terdengar petir tapi langit tidak mendung pasti Azka berkomentar,”kok aneh sich, Ma ada petir tapi gak hujan.”






“Hujannya mungkin turun jauh di sana dan suara petirnya keras jadi terdengar sampai sini.”
Atau komentar;
“Ma, krannya ditutup dulu kalau gak dipake kalau airnya habis gimana?” kata Azka saat saya menyalakan kran lalu menggulung celana untuk berwudhu.
“Oh iya. Terima kasih Azka.”

Beberapa waktu lalu saya dan suami mendapat surprise dari Azka yaitu Azka juara satu lomba menyanyi di sekolahnya. Lomba yang diadakan secara spontan untuk mengevaluasi kemampuan para siswanya. Bukan karena suara Azka merdu lho tapi karena Azka cukup percaya diri tampil di depan, begitu alasan para guru memilih Azka sebagai juara. Azka menyanyi dengan lantang (tanpa canda atau cengengesan seperti teman-temannya) dengan lagu yang dinyanyikan  lagu twikle-twikle little star.
Saya benar-benar tidak pernah  melatih Azka bernyanyi secara khusus apalagi dipersiapkan untuk lomba atau meminta Azka menghapalkan lirik lagu.  



Ehm, ternyata benar ya, bermain diluar rumah berinteraksi dengan alam, teman sebaya dan bertemu orang baru membuat anak mudah menangkap sebuah fenomena alam (kecerdasan naturalis), mandiri dan percaya diri (kecerdasan interpersonal dan intrapersonal).

Namun kecerdasan itu tidak akan maksimal jika tidak didukung dengan pemberian makanan bergizi sebagai nutrisi otak dan daya tahan tubuh anak. Terlebih Azka yang selalu ingin menjelajah lingkungan di luar rumah. Untuk itu  saya melengkapinya dengan  vitamin yang mengandung DHA asama lemak omega 3 yang membantu   pertumbuhan otak, melindungi sel –sel otak serta memastikan otak dan retina mata bekerja dengan optimal. Juga vitamin A selain menjaga kesehatan mata juga menjaga sistem kekebalan tubuh.  DHA nya berasal  dari Minyak Hati Ikan Cod di perairan atlantik sehingga bebas dari pencemaran. 


Stimulasi pun harus dibangun  dalam suasana hangat, penuh cinta dan kasih sayang. Atau penerapan  pola asah, asih dan asuh.  Karena merawat dan mengasuh anak dengan melibatkan perasaan cinta dan kasih sayang membantu tumbuh kembang dan kecerdasan anak lebih optimal.

tulisan in disertakan dalam kontes blog

Sabtu, 20 April 2013

Jalan - jalan ke Musieum Zoologi


Yap, awalnya ragu untuk ngajak si kecil Azka Zahra jalan-jalan ke musieum mengingat usianya  yang baru akan lima tahun. Saya pikir mengajaknya ke musieum terlalu serius dan bisa membuatnya bosan. Ternyata dugaan saya salah! 

Ke musieum Zoologi di kebun raya Bogor

Musieum ini terletak di kebun raya bogor, dengan membayar tiket masuk sebesar   untuk masuk ke kebun raya bogor otomatis bisa masuk ke musieum zoologi dengan gratis alias tidak bayar lagi. Murah bukan.

Disini anak-anak bisa melihat beragam hewan termasuk serangka dan reptil yang diawetkan atau imitasi  yang  ditempatkan dalam lemari kaca dilengkapi habitat di mana dia hidup.




Hewan ini tidak bergerak dan kita bisa melihatnya dari jarak dekat lebih lama sehingga bisa sambil memberi penjelasan pada anak.Azka sangat antusias. Dia tidak sabar melihat-lihat setiap hewan.  Melihat binatang-binatang itu dalam lemari atau kotak-kotak penyimpanan.  Ini hal baru dan luar biasa untuk Azka, bagaimana  hewan-hewan itu diam tidak bergerak  karena beberapa waktu sebelumnya azka sempat kami ajak ke taman safari.


Kami pun menjelaskan bahwa itu hewan yang mati dan diawetkan.  
“Kasian ya Ma, jadi gak bisa main dan ketemu mamanya, ”komentar Azka dengan sedih. Saya jadi ikutan haru hikhik

Tapi suasana berubah dengan cepat begitu Azka melihat hewan lain yang menarik perhatiannya. Burung hantu, beragam ular, serangga dan kupu-kupu.

“Diawetkan itu apa sich, Ma?” mamanya sedikit gelagapan. Tengok sana sini mencari petugas.  Baru ngeh saat masuk sini tak satupun petugas mendampingi dan tak ada petugas di dalam musieum yang berkeliling dan dengan suka hati siap diburu pertanyaan pengunjung.

Sayapun memberi penjelasan seadanya,”Pake zat pengawet khusus supaya binatang itu tidka busuk karena di makan belatung.”

“Zat khusus itu apa, Ma?” tujuh tahun belajar kimia ternyata gelagapan ditanya zat khusus itu apa.


Mengajak Azka ke museum malah menyadarkan saya bahwa benar yang dikatakan pakar psikolog atau pendidikan anak-anak, kemampuan dan daya tanggap mereka seperti spoon. Rasa ingin tahunya yang begitu besar mengalahkan tidak mengerti dan rasa bosan. Azka pun jadi bertambah pengetahuannya.


Rabu, 10 April 2013

Mereka Ingin Membuat Saya Bangga

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis Moms Happiest Moment Female Circle tapi kalah :(

Komitmen saya, bekerja tidak boleh melunturkan kelekatan saya dengan anak-anak, Azka Azzahra (5y) dan Khalifah Ahsan (1y6m). Saya dan suami harus jadi role model untuk mereka dan  kami harus membentuk karakter mereka.  Ada dua ritual pagi yang saya lakukan untuk mempererat bonding kami.