Minggu, 15 Februari 2015

(yang) Harus di bawa saat bepergian dengan Anak-anak

Saya dan suami sepakat, meminimalkan penggunaan gadget untuk anak-anak saat di perjalanan, kami memberikan gadget (untuk games) jika terpaksa misal karena terjebak macet dan anak-anak mulai rewel karena bosan dan kelelahan.

Untuk itu biasanya kami meminta mereka membawa serta mainan, buku, alat tulis atau apapun yang mereka sukai untuk 'teman'selama perjalanan walaupun sekedar pergi ke toko buku atau belanja bulanan ke supermarket.

Selain benda di atas ada benda yang wajib di bawa kedua si kecil kami yaitu bantal peot. 




Bantal Peot
Peot (bahasa sunda) jika diartikan dalam bahasa Indonesia tidak kencang. dan seperti itulah kondisi bantal anak-anak. Kalau di tidurin terasa tak memakai bantal saking peotnya, menurut saya. Bantal ini di bawa Ibu saya dari Bandung saat Azka bayi, karena menurut  Ibu lembut untuk kepala bayi. Tapi ternyata keterusan di pakai Azka namun seiring usia bantal ini tidak di gunakan Azka untuk tidur tapi hanya di peluk atau di pegang-pegang saat mau tidur.

Ibu saya melakukan hal serupa pada Khalifah. Untungnya Ibu  punya beberapa bantal peot. Sebenarnya itu  bantal-bantal tua, yang sudah berulang kali di ganti sarung kapuknya dan kapuknya pun sudah berkurang jauh dari jumlah asalnya karena sobek dan tercecer. Karena Ibu rajin menjemur bantal dan guling jadinya tetap awet. Kini, bantal berisi kapuk sudah langka di pasaran, kalaupun ada biasanya harganya lebih mahal.


Entah karena meniru kakaknya atau karena kebiasaan, Khalif jadi suka bantal peot juga. Karena di perjalanan keduanya  suka tertidur (dalam perjalanan pulang) jadilah bantal peot harus di bawa. 


Untuk urusan bantal peot saya tidak perlu mengingatkan Azka karena benda yang pertama kali diingat Azka dan di bawa masuk ke dalam kendaraan jika akan pergi. 




saking peotnya jadi bisa dilipat lipat

Mama wajib bawa
Sedangkan saya sendiri, selain barang pribadi seperti dompet, handphone, mukena, bedak dan  lipstik, juga membawa ‘peralatan’ khas ibu-ibu beranak balita. 

Berikut adalah barang - barang yang selalu saya bawa 

Baju ganti
Awalnya saya hanya membawa baju ganti untuk Khalifah dengan pertimbangan bajunya mudah kotor karena  makan atau main di playground. Kebiasaan membawa baju ganti itu saya lakukan juga saat usia Azka masih batita, seiring bertambah usia Azka, saya tidak membawa baju ganti jika sekedar pergi ke tokbuk atau mall.  Sampai ada sebuah kejadian yang membuat saya membawa baju ganti juga untuk Azka sampai sekarang, yaitu Azka pipis di celana karena antrian di toilet panjang – sebelumnya Azka menahan pipis karena keasikan bermain.

Kebiasaan itu ternyata membawa banyak keuntungan dan lepas dari rasa panik lho. Misal saat kami pergi ke tempat temannya suami dan anak-anak pecicilan di bawah gerimis (dengan alasan mengambil ini itu padahal memang ingin main hujan-hujanan) saya tak khawatir baju mereka basah karena membawa baju ganti.

Tak khawatir anak berguling-guling di  playground, tak khawatir baju anak basah abis wudhu untuk ikut sholat, tak khawatir khalifah makan es krimnya belepoton sampai baju.

Selain itu, Abinya anak-anak sering punya rencana dadakan jika kita tengah di perjalanan. Misal dari kunjungan silaturahmi ke rumah temannya di Parung tanpa rencana mengajak ke kolam pemandian air panas Ciseeng, untuk handuk gampang tinggal beli di minimarket, baju? Atau saat kami ke Anyer, niatnya pergi pagi pulang habis magrib, sampai di sana suami mendadak mengajak menginap. 

Tissu basah, tissu kering dan sapu tangan handuk
Antisipasi untuk segala macam keperluan dari membersihkan tangan, pipis dan pub (banyak mall di Jakarta bertoilet kering), wajah atau tangan si kecil yang belepotan sehabis makan atau main di playground.

Hand cleaner
Untuk membersihkan tangan.

Sisir dan karet
Spesial di bawa untuk Azka, karena gerakannya aktif, rambut dan ikatannya gampang kusut.

Minyak kayu putih
Antisipasi masuk angin atau untuk sekedar menghangatkan tubuh.

Air mineral
Pilihan membeli air mineral di minimarket atau tempat tujuan, tidak selalu praktis untuk saya, karena pernah kejadian saat kendaraan sudah masuk tol kota si kecil merengek minta minum. Jadi untuk antisipasi kejadian serupa saya selalu membawa air mineral dari rumah masing-masing satu gelas tup*****, sisanya membeli.

Cemilan (optional)
Jika ada stok cemilan di rumah saya selalu membawanya.

Kantung kresek

Untuk segala keperluan darurat dari pakaian kotor, cadangan untuk sampah (jika di tempat tujuan tidak ketemu tempat sampah), bisa juga untuk cadangan jika si kecil masuk angin dan muntah.


Rempong? Nggak donk karena semua bawaan itu muat dalam tas kecuali air mineral dan mainan anak-anak yang biasanya saya tinggalkan di kendaraan.


noted :699 kata


Tulisan ini diikutsertakan dalam  "1st GA - Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan




10 komentar:

  1. kalau saya, baju ganti dan mukena, selalu tersedia di mobil, jd kalau lupa bawa (soalnya saya pelupa hihihi) ga akan panik :D

    BalasHapus
  2. bawaan kita kurang lebih sama mak...kalo aku yang gak boleh ketinggalan minuman anti masuk angin ;)

    BalasHapus
  3. Aku kalo bepergian jarang bawa pembersih tangan, air mineral dan cemilan karena males kebanyakan barang biar beli di jalan aja XD

    BalasHapus
  4. Traveling bawa anak2 emang rempong ya mak..banyak bgt yg harus dibawa tp semua barang itu membantu banget selama traveling
    Good luck ngontesnya ^^

    BalasHapus
  5. lumayan banyak ya bawaannya hehe

    BalasHapus
  6. Wow lengkap banget.. Boleh nih dijadiin referensi :)

    BalasHapus
  7. Bawaan emak-emak rata-rata sama

    BalasHapus
  8. Saya juga kalau jalan-jalan berusaha zero gadget. Tapi, tetap bawa untuk jaga-jaga kalau ada kejadian, misalnya dijalanan macet banget :)

    BalasHapus
  9. Kalau jalan - jalan, mending memang menikmati jalan - jalannya daripada mainan gadget :D

    BalasHapus