Minggu, 16 Februari 2014

Stimulasi Kecerdasan dengan cara Seru



Playing is the begining knowledge. Melalui permainan  si kecil belajar banyak hal dengan cara menyenangkan, tidak hanya menstimulasi kecerdasan juga daya konsentrasi anak.


Konsentrasi atau pemusatan pikiran pada satu tujuan berperan penting saat memberikan stimulasi kecerdasan anak, anak dengan rentang konsentrasi panjang bisa menyerap sebuah stimulus dan melakukan suatu hal secara mudah dengan hasil memuaskan.


Beberapa permainan yang menstimulasi kecerdasan dan daya konsentrasi  yang disukai Azka Zahra (4y10m) putri kami ;


Bermain  peran
 
Setelah membacakan sebuah cerita/dongeng, saya meminta Azka berpura-pura menjadi tokoh yang ada dalam cerita itu dan mengulang salah satu adegan dalam cerita itu  atau menirukan suara dan gerak gerik binatang yang menjadi tokoh utama.

Misal, meminta Azka menjadi Wendy yang bersedih karena harus pulang meninggalkan negeri neverland di mana Peterpan berada. Dialog dilakukan secara spontan dan improvisasi.



Permainan  ini mendorong Azka berkonsentrasi mendengarkan cerita yang saya bacakan, membayangkan dan mengingat-ngingat percakapan para tokohnya. Singkat kata permainan ini menstimulasi kecerdasan bahasa, visual spacial (imajinasi) dan melatih saya konsentrasi Azka. 


Ma, lihat, aku jadi kucing , kata Azka

Melalui buku cerita juga saya menanamkan nilai kebajikan dan moral.



Berpetualang seperti Dora the explorer.
 
Dora dan Diego adalah tokoh kartun favorit Azka dan sampai saat ini Azka masih percaya kalau Diego dan Dora itu, ada seperti dirinya (bukan tokoh khayalan) J ini membuat Azka senang bermain  di luar rumah dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Tak perlu dua kali mengajak Azka melakukan permainan  hujan-hujan (tapi lengkap memakai sepatu boot, payung dan jas hujan J) atau layang-layang.


Cara ini menstimulasi kecerdasan naturalis dan gerak tubuh (motorik) Azka. Azka menjadi mudah memahami fenomena alam ketika saya memberikan penjelasan dan mengenal gejala alam. Seperti mendung tanda akan hujan, pelangi akan muncul setelah hujan dan sampah di sungai yang bisa mengakibatkan banjir.


Bermain di luar rumah juga membuat Azka berinteraksi dengan banyak teman sebaya dan ini membuat Azka belajar konsep meminjam, berbagi, bergantian dan memahami orang lain. Singkat kata, ini melatih kecerdasan interpersonal dan intrapersonal Azka.




bermain layang-layang bersama angin

Hujan hujanan
Permainan  gunting tempel, membuat origami dan membuat kreasi mister maker. 

Adalah cara saya mengasah daya imajinasi dan kreatifitas Azka.  Selain itu, permainan kreatif ini membuat motorik halus Azka berkembang cukup baik.

Hasil kreasi Azka


1.    Masak-masakan

Membiarkan Azka berimajinasi dan mengasah kecerdasan interpesonalnya karena bermain dengan temna sebayanya.

2.   Petak umpet

Permaian  favorit kami adalah petak umpet. Khalif tentu saja ikut serta, jadi saya bersembunyi atau menjadi kucingnya dengan Khalif dalam gendongan. Ini melatih imajinasi anak.
4. 


Saya percaya kedekatan emosi antara saya dan anak-anak berpengaruh besar terhadap perkembangan emosi mereka.



Beribadah bersama adalah cara saya merangsang kecerdasan spiritualnya.



Stimulasi semua kecerdasan anak  tentu bukan karena menginginkan mereka menjadi orang super tapi mencari potensi  kecerdasan terbesar yang dimilikinya (bakat) yang kelak akan menjadi skill untuk bekal kehidupannya (profesi)  yang perlu di topang oleh potensi kecerdasan lain dengan porsi berbeda. 

Ya, saya menginginkan si kecil Azka Zahra (4y10m) kelak sukses dalam kehidupannya. Sukses dalam arti luas; mandiri, berpengaruh positif pada lingkungan sekitarnya, cerdas secara spiritual, tangguh dan bahagia. Untuk mencapai itu saya perlu menstimulasi semua kecerdasan yang dimiliki Azka.


Nutrisi untuk Kecerdasan

Stimulasi  yang saya berikan tidak  akan membuat tumbuh kembang mereka optimal jika tidak dibarengi dengan pemberian nutrisi yang tepat.  Salah satunya DHA atau asama lemak omega 3 yang membantu   pertumbuhan otak, melindungi sel –sel otak serta memastikan otak dan retina mata bekerja dengan optimal. 



Stimulasi pun harus dibangun  dalam suasana hangat, penuh cinta dan kasih sayang. Atau penerapan  pola asah, asih dan asuh.  Karena merawat dan mengasuh anak dengan melibatkan perasaan cinta dan kasih sayang membantu tumbuh kembang dan kecerdasan anak lebih optimal.

Sabtu, 15 Februari 2014

Sarapan Sehat untuk Generasi Cerdas dan Sehat

Kebiasaan Sarapan
Awalnya saya melakukan aktivitas sarapan karena kebiasaan yang dibentuk Ibu saya sejak kecil. Sesibuk apapun, Ibu akan menyiapkan sarapan untuk kami,  jika pun kesiangan dan nasi belum matang, Ibu akan membekali kami dengan lontong isi  atau roti yang dibelinya dari warung setelah minum segelas susu di rumah. 

Setelah dewasa barulah saya paham dan mengerti ungkapan yang sering diucapkan Ibu saat masih di sekolah dasar,”Harus sarapan biar pintar dan gak banyak jajan.” Yap,  ternyata sarapan berpengaruh besar pada kesehatan dan kecerdasan anak-anak.  Tak heran jika kemudian pada 8 Januari 2013    diadakan deklarasi Pekan Sarapan Sehat Nasional dan  menetapkan setiap tanggal 14-20 Februari sebagai Pekan Sarapan Nasional (PESAN) mengingat sarapan sebagai salah satu pilar gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif dan cerdas.

Sarapan Sehat
Sarapan tidak sekedar untuk mengisi perut kosong. Sarapan akan membuat sehat dan mencerdaskan terutama untuk kecerdasan anak   jika menu sarapannya sehat. Menu sarapan sehat berarti memiliki komponen lengkap ; karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral,  air putih dan produk susu.

Sarapan Untuk Generasi Sehat dan Cerdas
Kenapa sarapan penting bagi kesehatan? Saat bangun tubuh terasa lelah dan lapar karena energi telah habis itu karena simpanan energi dalam tubuh yang berupa glukosa dan glikogen digunakan untuk  proses biokimia dalam tubuh ketika kita tidur. Jadi sarapan penting untuk mengisi kembali energi tubuh karena otak butuh energi dan tubuh perlu stamina prima untuk memulai aktivitas. Jadi,  apapun aktivitas kita akan berjalan lebih efisien dan produktif. 

Di sebut sarapan jika dilakukan di bawah jam 9 pagi karena saat itulah enzim pencernaan dapat bekerja dengan baik.

Kebiasaan sarapan memastikan;
  1. Metabolisme tubuh untuk menghasilkan glukosa yang merupakan sumber energi otak selalu terpenuhi namun tidak berlebih.  Glukosa yang dimaksud di sini adalah hasil metabolisme tubuh dari gula dan karbohidrat yang kita makan. Kekurangan glukosa atau kadar glukosa di bawah normal (hipoglikemia) menyebabkan pusing, gemetar, lelah dan sulit berkonsentrasi.
  2. Kebutuhan gizi harian sudah terpenuhi 15-30%.
  3. Terpenuhinya zat gizi yang berperan penting dalam mekanisme daya ingat (kognitif) memori seseorang.
Menurut beberapa penelitian, membiasakan anak selalu sarapan  akan memastikan kebutuhan vitamin dan mineralnya terpenuhi namun sedikit lemak dan kolesterol sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan  berat badannya terkendali. Manfaat sarapan untuk anak;
  1. Sebagai sumber energi untuk anak beraktivitas
  2. Daya tahan tubuh dan tenaga prima sehingga aktif sepanjang pagi.
  3. Dapat berkonsentrasi dengan baik sehingga mudah menyerap pelajaran dan memiliki keterampilan menyelesaikan masalah.
  4. Menjadi rajin masuk sekolah (karena jarang sakit) dan lebih kreatif.
  5. Memiliki koordinasi mata dan tangan yang lebih baik di banding anak yang tidak sarapan.
kebiasaan sarapan membuat anak tumbuh cerdas, aktif dan kreatif

Sebaliknya anak yang tidak sarapan akan memiliki daya pikir dan kemampuan mengingat rendah, sulit berkonsentrasi, lambat menanggapi dan memiliki perhatian yang rendah terhadap pelajaran di sekolah, gerak geriknya pun lamban.

Tidak Sarapan Menyebabkan  Obesitas
Jika  tidak sarapan,  saat makan siang kita akan makan dengan rakus karena merasa sangat lapar. Porsi makan besar ini akan membuat timbunan lemak pada tubuh. Kebiasaan tidak sarapan pun akan membuat merasa kelaparan sehingga selalu berkeinginan untuk ngemil makanan tidak sehat seperti permen dan coklat. Jika di sekolah, anak selalu ingin jajan.

Jika digambarkan dalam bentuk grafik


Gula darah orang yang tidak sarapan tinggi dan lama-lama akan 
membuat timbunan dalam tubuh karena tidak terproses metabolisme 
.
Bandingkan dengan grafik gula darah dari orang yang melakukan sarapan.



Membuat Sarapan Menjadi Rutinitas Menyenangkan untuk Anak
Dengan bekal pengetahuan pentingnya sarapan, akan lebih mudah bagi orang dewasa membiasakan sarapan. Namun membiasakan si kecil   sarapan bukan hal mudah  karena kadang selera makannya tak terduga. Tapi saya tidak mau menyebutnya sulit hanya kadang perlu usaha ekstra plus menyiapkan menu cadangan. Bahan baku untuk menu cadangan di kulkas seperti tahu yang sudah di rebus, stock telur, roti dan pelengkapnya  keju dan meses. Sementara sayuran yang selalu saya stock adalah jagung, buncis dan wortel.

Untuk membuat kedua si kecil saya selalu semangat menyantap sarapan diantaranya  dengan memvariasikan menu, melakukan sarapan bersama dan  memberi pujian jika sarapannya banyak.

Menu Praktis Sarapan Sehat Ala Saya
Mengingat waktu untuk menyiapkan dan sarapan tidak terlalu banyak, karena Papanya anak-anak akan pergi berangkat bekerja pukul tujuh dan si sulung berangkat sekolah setengah delapan,  saya menyiasatinya dengan membuat menu sarapan praktis. Satu atau dua menu saja tapi sudah mencakup semua kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh dan bervariasi setiap harinya agar anak-anak senang dan tidak bosan.

menu sarapan paling simple untuk si kecil, roti, telur mata sapi,
keju dan tomat plus segelas susu dan air putih
Mie goreng dengan campuran kol, telur dan baso adalah salah satu menu favorit keluarga kami. Atau nasi serempak yaitu nasi hangat di campur rebusan jagung manis pipil, wortel dan bunci, dengan satu sendok mentega dan lauknya telur dadar.

mie campur kol, daun bawang, telur, baso dan irisan tomat
Saya hampir tidak pernah membuat jus buah untuk sarapan alasannya karena repot tapi ternyata buah tanpa di jus ternyata sangat baik untuk sarapan karena kandungan seratnya terjaga.  Buah – buahan yang biasanya saya sajikan untuk sarapan buah-buahan lokal yang mudah di dapat, seperti pisang dan pepaya    dari pedagang yang biasa lewat setiap hari di depan rumah.

Menu sarapan sehat tidak harus selalu mahal dan repot penyajiannya J


Sumber tulisan:

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba menulis sarapan sehat bagi blogger dan mahasiswa yang diselenggarakan oleh www.pergizi.org


Selasa, 11 Februari 2014

Gambar Kuda

“Ma, bisa gambar kuda gak?” tanya Azka. akhir –akhir ini Azka sering bertanya hal serupa dengan objek berbeda. Kemarin tanya bisa gambar orang atau nggak, minggu lalu bertanya bisa gambar jerapah nggak.
Dan jawaban saya tidak bisa karena memang tidak bisa. Sedari kecil saya paling males dengan pelajaran menggambar (kesenian).

“Sini aku ajarin.” Azka menarik tangan saya hingga kami duduk bersebelahan di depan sebuah buku tulis. Saya mengurungkan niat menolak melihat Azka begitu antusias.

“Mama, gambar di sini, aku sebelah sini.” Azka menunjukan lembaran buku setelah memberikan balpoint.
“Gini...gini... sekarang kupingnya, mama bisa sendiri kan? Matanya, mulutnya....terus kakinya.” saya menurutin langkah-langkah Azka.
“Azka belajar dari mana gambar kuda?”
“Aku bisa sendiri, kan aku melihat.” Ada nada bangga.

mana gambar mama

Lega ketika akhirnya gambar selesai tapi tanpa di duga...
“Sekarang gambar kuda yang lagi berdiri.” Azka membalik lembaran buku.
Saya mengeluh dalam hati tapi menuruti keinginan Azka.
“Badannya panjang ke atas....bla...bla...Mama pernah lihat juga kan kudu berdiri?”
“Tuh, mama jadi bisa kan.”

kuda berdiri

Mama jadi haru mengingat mama jarang sekali mengajari Azka dengan ekspresi lembut dan tulus. Mama selalu merasa jadi bos kalau sedang mengajari Azka. Duh, maafkan mama ya Azka.


Sabtu, 01 Februari 2014

Mengisi Kebingungan Azka


 Azka selalu nampak kecewa jika jam menontonnya usai kadang-kadang mencoba ‘negosiasi’.
“Ma, boleh gak aku nonton satu kali lagi?” maksudnya nonton satu serial film kartun lagi yang durasinya setengah jam.

“Boleh tapi jam menonton sore di kurangi. Harus nonton salah satu antara Pororo dan Timmy Time.”
Azka mikir lalu katanya,”Iya dech aku gak nonton Pororo.”

Satu hari hari pernah mengeluh beberapa menit setelah tv di matikan.
“Terus aku ngapain kalau gak boleh nonton?”

“Kan biasanya main masak-masakan, gambar, bikin origami atau kreasi mister maker. Yuk, bikin kreasi mister maker,” ajak saya.
“Gak mau bosan.”

Jadi dengan alasan untuk menambah kegiatan, saya dan Abinya mengajak Azka  ke tempat kursus musik dan bertanya Azka ingin kursus apa?

“Piano.” Sebenarnya ini bukan jawaban yang saya harapkan lho, mengingat harga piano cukup mahal.   Jalan tengahnya Azka kursus orgen. Dan ternyata pilihan itu tidak salah, karena walaupun saya dan suami  tidak bisa main organ ternyata kami bisa membimbingnya saat latihan di rumah dengan panduan buku les Azka dan secara tidak langsung kami  jadi belajar.

Tidak terasa sudah empat bulan  kursus orgen dan Azka mulai  interest, bulan-bulan pertama Azka nampak setengah frustasi karena kelima jarinya kanannya tidak bisa digerakkan satu persatu :).  Bertepuk tangan sendiri jika berhasil (lancar) memainkan lagu yang sudah diajarkan gurunya. 



Well, Azka kalau mama dan abi menetapkan jadwal latihan setengah jam setiap hari buat latihan sama sekali bukan berniat menjadikan musisi tapi sebagai bentuk kegiatan mengisi waktu sekaligus mengasah kecerdasannya.