Jumat, 24 Maret 2017

Getuk Keju

getuk keju 
Getuk salah satu jajanan pasar yang saya sukai. Terbuat dari singkong kukus yang dihaluskan, diberi pewarna, dibentuk kotak kotak lalu di atasnya ditaburi gula dan parut kelapa. Kalau di Bandung disebutnya getuk lindri. Selain di pasar ada pedagang keliling bersepeda yang menjajakan. Di kampung tempat tinggal saya di sini pun ada penjual keliling getuk tapi sepertinya kurang laris. Ya, anak-anak sekarang lebih suka jajan kerupuk dan chiki di banding jajanan tradisional. Kedua si kecil saya tidak terlalu suka kerupuk dna chiki tapi kurang suka juga jajanan tradisional. 

Jadilah beberapa waktu lalu sekalian ikutan resep kondang (dan ternyata kalah hahaha) saya membuat getuk, biar nambah lezat dipakein keju oles pada campurannya, dimakan dengan toping skm dan stroberi. Menampakkan fotonya menggiurkan kan? Seperti bukan getuk ya hahaha. Biar sedikit kekinian. 

Karena saya tinggal di kampung yang masih banyak kebunnya (kebun tetangga maksudnya) termasuk kebun singkong, jadi warung sebeah menjual singkong fresh hasil mencabut dari kebunnya dengan harga murah. Singkongnya pun pulen. Pulen itu istilah sunda artinya semacam enak. 

Berikut resepnya 
1/2 kg singkong kukus
7-8 sdm SKM
3 sdm keju oles atau keju parut
Bahan toping; skm, keju parut dan stroberi.

Cara membuat 
Haluskan singkong kukus selagi hangat tambahkan skm, dan keju, aduk campur. Lalu bentuk sesuai selera dan hiasi dengan toping agar menarik untuk si kecil.

Senin, 13 Maret 2017

Bolu Pisang

bolu pisang pake cetakan muffin :)

Dipostingan sebelumnya saya share resep Muffin pisang. Kali ini mencoba versi bolunya. Apa bedanya? Kalau bolu bikinnya diaduk pake mixer jadi mengembang dan takarannya beda. Versi muffin atau bolu, sama-sama enak. Tapi tekstur bolu lebih lembut walaupun tidak memakai baking powder, karena dimixer sampai mengembang.

Jumat, 25 November 2016

Killer Soft Bread

Akhirnya nyobain resep yang sempat kekinian di IG, ini kali kedua praktik, pertama kali nyoba ga sempat difoto, langsung tandas. Hari itu memang diniatin nyoba resep si killer soft bread  sekalian buat teman makan bubur kacang hijau. Sejak resep dan foto roti ini wara-wiri di IG sebenarnya udah pengen praktik tapi berhubung ragi instan yang logo halalnya belum dapat ya di tahan-tahan. cari ragi instan berlogo halal gampang-gampang susah karena di minimarket jarang jual, di toko bahan kue pun harus toko bahan kue komplit . Oh ya merk raginya mauripan. saya dapat beli di IG, jadi ada akun yang jual khusus bahan kue halal, nama akunnya @nellycarnelian,    bukan endorse ya teman, hanya info jika kesulitan mencari bahan kue halal.

Seperti namanya roti ini memang empuk dan lembut tapi jika masih hangat, seiring waktu kelebutannya berkurang, jadi agar tetap empuk, saya simpan di wadah kedap udara semacam tupperware gitu.

lembut dan empuk


by Victoria Bakes
Bahan
260 g tepung terigu protein tinggi (tepung cakra)
30 g gula pasir
3 g ragi instan
1 butir telur ditambah susu cair hangat hingga berat 160-180 g
30 g margarin
sejumput garam
Untuk olesan kuning telur ditambah 1 sdm susu cair

Cara membuat
campur terigu, gula dan ragi, aduk . Lalu masukkan telur, uleni (saya tidak menggunakan tangan tapi spatula dari kayu belajar dari percobaan pertama yang langsung pake tangan, sangat lengket). Setelah kalis tambahkan margarin dan uleni sampai kalis, dibagian ini baru saya pakai tangan.

bagi adonan masing-masing dengan berat 30-50 g (kalau saya dikira-kira asal ukuran sama besar), isi bagian dalam roti sesua selera. Proping selama 30-45 menit – adonan mengembang hingga dua kali lipat. olesi dengan olesan bagian atas adonan. Panggang hingga matang (saya pakai oven manual jadi panasnya di kira-kira hehehe).

Sabtu, 12 November 2016

Martabak Unyil

Saya pernah memposting resep Martabak Teplon Nyarang. Kali ini martabak unyil dengan loyang yang saya gunakan loyang martabak seperti di abang-abang penjual martabak. Sebenarnya bisa memakai resep yang sama, saya sudah coba membuat martabak unyil dengan resep martabak teplon nyarang, hasilnya sama. Tapi kali ini saya mencoba resep berbeda. Bedanya ada pada penambahan zat pengembangnya, dulu saya memakai baking powder dan ragi. Kali ini baking powder dan baking soda.



Hasilnya sama-sama nyarang dan enak. Bedanya, kalau memakai ragi sarangnya lebih tebal, menurut saya. Berikut resepnya;

Senin, 07 November 2016

Sate Bandeng

Kuliner khas daerah pantai tidak jauh – jauh dari olahan laut seperti; kepiting, udang beragam ikan, kerang dan cumi. Untuk olahannya pun setiap daerah pantai punya kekhasan tersendiri.

Kali ini saya mau cerita salah satu oleh-oleh dari daerah pantai Serang-Cilegon yaitu  Sate Bandeng. Walaupun diberi nama sate Bandeng yang terkesan diolah seperti sate, yaitu potongan daging diberi penusuk lalu dibakar setelah/sebelum dibumbui, olahan sate bandeng  tidak sesederhana itu.

Setelah buka-buka cookpad, begini kurang lebih cara sate bandeng dibuat; daging  ikan bandeng dipisahkan dari kulitnya dengan cara ikan dibanting-banting agar lentur dan terpisah antara daging, duri dan kulit, setelah itu Tarik daging ikan dari kulitnya (pada bagian ini saya gagal paham – gimana caranya?)   Setelah daging ikan terpisah dari kulitnya, buang  duri. Daging ikan dihaluskan diberi bumbu seperti bawang merah, bawang putih, merica, gula, garam dan rempah-rempah lalu dimasak dengan santan dengan cara dikukus. Setelah isi ikan matang, masukkan ke dalam kulit ikan Bandeng, tusuk dengan kayu lalu dibakar.

Buat yang belum pernah melihat atau merasakan seperti apa sate bandeng pasti penasaran…iya kan? 

Jadi buat teman-teman jika berwisata ke pantai sekitar Serang-Cilegon seperti Pantai Anyer, saya rekomendasikan untuk mencicipi Sate Bandeng. Sate Bandeng umumnya produk rumahan (ukm) masyarakat sekitar pantai. 

sate bandeng
Sate bandeng Ibu Ratu Toety, dijual di toko Trisada dan Malioboro yang terletak di Royal kota Serang. Tersedia dua varian rasa yaitu original dan pedas. Sate bandeng karena kemasannya di vakum bisa tahan hingga lima hari di kulkas, jika sudah dibuka tahan 3 hari. Harganya 35 ribu. 





Selasa, 01 November 2016

Muffin Labu Kuning


Labu kuning itu sudah dasarnya enak dibikin kue lebih enak. Lembut dan legit. Cocok juga nih buat mpasi si kecil dengan catatan tidak memakai gula atau diganti susu, margarin di ganti butter non salt. 
Udah lama pengen mencoba membuat muffin dari labu kuning tapi kalau bukan bulan Ramadhan, susah susah gampang cari labu di pasar. Beruntung pas kemarin lewat pasar abis nganter makan siang Kaka ke sekolah, ada Labu di salah satu lapak sayur.

Oh ya labu kuning ini kaya nilai gizinya tak heran sering direkomendasi sebagai bahan utama puree untuk MP-ASI.  Apa saja sih kandungan gizinya? Yuk lanjut baca, sumbernya saya dapat dari majalah AyahBunda.

Selasa, 25 Oktober 2016

Prol Tape Keju





Bedanya Peuyeum Bandung

.....
peuyeum bandung kamashur
pangaosna teu luhur
kusadaya kagaleuh 
sepuh jeung murangkalih
mangga cobian bilih panasaran
peuyeum ti Bandung
.....

Kutipan lagu Peuyeum Bandung by Nining Meida.  Anak muda jaman sekarang, suka ga ya lagu-lagu pop sunda? Atau malah tidak kenal. Btw,  seperti judulnya ini mau ngobrolin oleh-oleh dari Bandung yang ngehits, peuyeum. Kalau di Bandung disebut peuyeum orang luar Bandung bilang tape. 

Ke Bandung tidak nyicipin peuyeumnya rugi lho kecuali teman memang tidak suka peuyeum. Kenapa rugi? Karena rasanya enak.  ‘Beda’nya peuyeum Bandung dan peuyeum lain baru saya sadari setelah jadi perantauan. Walaupun di Bogor dan Tangsel  banyak  peuyeum beda rasanya sama peuyeum bandung. Eit bukan hanya rasanya juga penampakan dan teksturnya. Kalau peuyeum yang saya lihat di pasar atau dijajakan abang-abang di sini, penampakannya kekuningan dan terlihat lembek. Kalau peuyeum Pasar Simpang Dago yang biasa saya beli, pada peuyeumnya terlihat warna putih dari ragi, warna peuyeumnya (dalamnya) juga tidak terlalu kuning. Teksturnya padat, rasanya asam manis, tidak giung.