Sabtu, 06 September 2014

Mengadopsi HS

Pertama kali kenal Home Schooling (HS) melalui tulisan-tulisan teman di blog multiply tahun 2008 an (sekarang udah ga ada multiply) dan langsung tertarik tapi tidak untuk melakoninya (memilih HS) karena merasa berat. Berat karena merasa tak mampu dan ego. Ego ingin memiliki waktu luang untuk diri sendiri. Gak HS aja rempong apalagi HS – bukan tipikal mama yang baik dan belum siap total heuheu.

HS membuka mata saya mengenai konsep setiap saat, apapun bentuknya, seorang anak belajar. Saya mulai belajar, melalui waktu bersama si kecil dengan kesadaran penuh. Emang selama ini ga sadar? Ya, begitulah, saya lebih banyak membiarkan semuanya mengalir tanpa dipikirkan.


Contoh kecil, 

Senin, 25 Agustus 2014

17 Agustus –an

Bisa dibilang ini pertama kali Azka dan Khalifah merasai kemeriahan 17 agustus. Tahun sebelumnya di perumahan tempat kami tinggal ini tidak ada acara 17 an. Tahun-tahun sebelumnya, saat kami masih tinggal di Bogor, Azka terlalu kecil untuk ikut serta.

Kami mengikutsertakan Azka dan Khalifah lomba merias sepeda. Persiapannya mendadak, malam sebelum hari H kami mencari bahan untuk meriasnya sampai ke pamulang. Seru, karena kita berempat mengerjakannya, sesekali di selingi beda pendapat dan selera. Menurut mama atau Abi bagus, belum tentu menurut Azka dan Khalifah.

Dan inilah sepeda riasnya :




Walaupun kalah, anak-anak senang, karena semua peserta dapat hadiah .


Oh yaKhalifah juara 2 lomba memasukkan bendera. Kaka Azka tidak juara di lomba lain karena kalah saat masuk final dan bersaing dengan anak-anak kelas 3 dan 4 sd.

Senin, 18 Agustus 2014

Mama dan Gadget #celoteh

Akhir-akhir ini mama makin sibuk, gadgetan terhitung sejak gabung di grup WA teman-teman kuliah, bertambah sibuk sejak buku mama lauching. Mama bikin promo kuis d fb.

Sudah berkali-kali Azka dan Khalifah menunjukkan gejala tak suka.
'Ih, mama sms an melulu,' kata Azka sambil mendesah kesal.
kalau Khalifah; Mama, kok mmss an melulu? wajah innocentnya menatap saya dengan penuh rasa ingin tahu.

Keduanya hanya tahu kalau mama pegang hp atau tab ya untuk  sms an, bukan buka medsos (lha iyalah mereka kan gak tahu medsos heheh)

Hari ini Azka kembali protes
"Mama ngapain sih tiap hari sms an melulu, bukannya temenin aku main."
Mama nyengir, meletakkan handphone dan mendekati Azka.
"Mama nanti kemasukan setan lho, abisnya diam melulu." Maksud Azka mama kalau pegang hp atau tab, diam.

Mama lagi pengen eksis, niatnya naikin traking, biar banyak yang kenal mama, kenal blog mama terus ada tawaran postingan berbayar atau nyuruh nulis, begitu Nak.

Tapi teguran ini cukup menyentil mama, untuk bisa menentukan prioritas. Jadi, mama memang harus begadang buat medsos an dan nulis blog.

Kamis, 17 Juli 2014

Sekolah Berangkat Sendiri

Hari keempat sekolah, Azka merengek gak mau dianter mama tapi pengen ngojek. Alasannya udah lama aku gak pergi sekolah sendiri. Saat TK Azka di antar jemput sekolah sama pak satpam perumahan kami dengan motor, langganan ojek perbulan.

Sekolah Azka lumayan jauh jadi kami memutuskan Azka langganan antar jemput mobil sekolah. Tapi mulainya abis lebaran. seminggu ini rencananya mama yang antar tunggu sekolah, supaya kalau ada pengumuman apa-apa dari sekolah mama tahu dan mama mau kenalan sama-sama mama teman Azka supaya kalau ada apa-apa, walaupun jarang nongol di sekolah info soal sekolah up date.

Jadi permintaan Azka naik ojek saya tolak , Azka nangis dan tetap maksa pengen naik ojek sendiri.
Abinya jadi marah dan mengancam Azka gak usah sekolah hari ini. Tangis Azka makin menjadi tapi akhirnya mau dianter mama.

Masa-masa Azka masuk sekolah selalu berlalu tanpa 'drama' Azka pengen dianter dan ditunggu mama, juga saat dia pertama kali masuk play group, mungkin krn terbiasa di tinggal mama kerja. Sekarang mama udah di rumah, kira-kira nanti Khalifah kalau masuk sekolah ada 'drama' gak ya....

Rabu, 16 Juli 2014

Buka Puasa di Mesjid

Azka : Ma, aku nanti buka puasa di mesjid ya?
Pertanyaan ke sekian kalinya selama bulan ramdhan-puasa gak puasa Azka tajil di mesjid karena bersamaan dengan pengajian sore di mesjid usai.
Mama : Iya
Mama gak pernah melarang Azka tajil di mesjid.
Azka : Nanti aku bawain mama hadiah, lontong dua.
Itu baru pertama kali diucapkan Azka padahal setiap tajil di mesjid selalu membawa oleh-oleh lontong isi oncom pedas kesukaan mama hehehe

Selasa, 08 Juli 2014

Ramadhan Pertama

Belajar puasa
Hari pertama Azka puasa ‘full’ sampai sore. Sebenarnya gak full banget, karena sekitar jam 11 Azka dengan sembunyi-sembunyi minum air putih tapi tertangkap basah hehehe. Saya ingatkan kesalahan itu dan memintanya melanjutkan puasa sampai magrib.
Hari kedua, sebelum jam 10 pagi Azka sudha merengek minta buka karena melihat adiknya makan. Kami menahan keinginannya sampai jam 12 siang.
Hari ketiga, Azka puasa ‘full’, tapi pas adiknya bangun tidur (pagi) Azka mengajak adiknya minum susu kotak barengan. Waktu saya tegur dengan polos Azka bilang,”Kan tadi pas sahur aku belum minum susu.”
Hari keempat, Azka puasa sampai jam 12.

Tarawih
Tahun ini ramadhan pertama untuk saya tawarih di mesjid, setelah 6 tahun sebelumnya selalu di rumah dengan alasan jaga anak. giliran mba nya tarawih di mesjid. Tahun ini pun umur Khalif sudah 2 tahun 8 bulan, sudah mulai mengerti saat di nasehati harus diam dan tertib walaupun gak 100%. Namanya anak-anak, lihat anak-anak lain tertawa-tawa dan lari-lari, ikut lari. Suasana mesjid memang sedikit berisik karena banyak anak-anak.
Mesjid di perumahan ini terdiri dari dua lantai, tarawih di adakan di lantai 2, tapi sebagian ibu-ibu sholat di lantai 1 karena sudah tua (gak bisa naik tangga katanya) dan bawa anak, termasuk saya.

Alasan saya mungkin sama dengan ibu-ibu lain, membawa anak-anak ke mesjid sekaligus sebagai ajang pembelajaran. Tapi beberapa ibu terlihat sangat terganggu dengan kehadiran anak-anak, ini membuat saya tak enak hati dan makin mencereweti kedua si kecil saya untuk duduk manis dan tertib karena ini di mesjid tempat orang berdoa, tapi biasanya hanya tahan beberapa menit. Tapi mereka cukup mengerti, tidak teriak-teriak berlebihan.

“Aku ga berisik  Ma, jalan aja, mulutnya di tutup,” janji Azka.
Hari ketiga tawawih di mesjid, saat tarawih rakaat ke tiga Khalifah berteriak kalau dirinya, dengan panik saya menyudahi sholat (duh klo pup jatuh ke sajadah mesjid kan rempong, malu sudah barang tentu) melipat mukena, mukena Azka juga dan setengah berlari mengendong Khalifah pulang. Untung jarak rumah hanya 500 meter dari mesjid.

Toilet mesjid sedang di renovasi total, pancuran untuk wudhu pun di pasang darurat.
Saya tidak mengenakan Khalifah diaper karena sejak bebas diaper beberapa bulan lalu, dia suka menolak saya pakaikan.

Gagal deh tarawih di mesjid.

Selasa, 03 Juni 2014

Sayang Abi

Suami saya kerap iri melihat bagaimana kedua anak kami, Azka dan Khalifah, mengungkapkan rasa sayangnya pada saya. keduanya suka minat dipeluk dan mencium saya tanpa diminta.

Bukan berarti mereka lebih sayang sama saya dari pada Abinya lho, hanya sepertinya mereka memiliki cara berbeda untuk mengungkapkannya. Jika Abinya libur kerja dan ada di rumah, Khalifah pasti memaksanya main mobil-mobilan. Kalau Azka, mulutnya yang tak bisa diam, cerita ini itu. Kontak fisik seperti peluk, cium dan gelendotan mereka ke Abinya kurang di banding ke saya. Dan keduanya kompak tidak mau didekati Abinya saat menjelang tidur, malah di usir.

Salah satu sebabnya mungkin karena mereka tidak pernah melihat Abinya saat menjelang tidur karena pekerjaan (plus macet, dedikasi dan passion, katanya-karena tak ada jam lembur untuk posisinya) selalu pulang  malam hampir setiap hari kerja.

Jadi momen yang saya tangkap dengan kamera beberapa minggu lalu ini adalah hal yang langka. Tiba-tiba Khalifah yang main balok dan mobil-mobilan naik ke punggung Abinya  dan tiduran di sana tanpa sepatah katapun terucap.



postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Cimoners katagori FOTO